Cek
Ulang Alamat, Subjek, dan Isi Pesan
Saat ingin mengirim pesan email,
atau ingin membalas setelah mendapat pesan email dari seseorang, bacalah dengan
seksama apa isi pesan tersebut. Pahami maksudnya dan jangan sampai salah, baru
kemudian mengirim. Ada baiknya jika Anda menunda balasan beberapa jam untuk
mail yang masuk, atau mungkin menunda sehari, untuk menemukan jawaban yang
paling tepat. Kecuali jika memang harus dibalas saat itu juga.
Banyak terjadi di mana orang
tergesa-gesa dalam membaca pesan dan kemudian membalasnya dengan tergesa-gesa
pula. Alhasil, mereka menyesal sendiri karena isi balasan yang kurang tepat,
salah, atau tidak nyambung dengan maksud pesan si pengirim. Oleh karena itu,
pastikan untuk melakukan ricek terhadap isi pesan sebelum mengirim balasan.
Harap diingat juga bahwa pesan-pesan yang terkirim ke mailbox kita terkadang
hanya bersifat tembusan alias “cc“ (copy-carbon) yang
umumnya tidak usah dibalas.
Tuliskan Informasi Kontak Anda
Permudah si penerima untuk mengenal
siapa Anda. Cantumkan satu atau beberapa baris singkat tentang informasi kontak
Anda di akhir setiap pesan yang Anda kirim. Anda bisa menuliskan informasi
kontak ini pada sebuah file khusus, sehingga dapat dengan mudah di-copy-kan ke
setiap pesan Anda. Beberapa program mailer bahkan dapat memanggil dan membubuhkan
sendiri file informasi kontak tersebut secara otomatis. Dalam istilah Internet
mailing, file informasi kontak ini dikenal dengan file “.sig” atau “signature”
yang isinya mungkin identik dengan informasi dalam kartu bisnis Anda.
Buat Signature yang Singkat
Saat kita membubuhkan signature atau
informasi kontak, janganlah menuliskannya terlalu panjang. Usahakan 4 baris
atau kurang. Tak usah menuliskan hobi, ukuran celana dalam, apalagi nama
selingkuhan Anda. Tuliskan sebagai pengenal bagi Anda, jangan berisi informasi
yang tak berguna.
Jangan Asal Menuliskan Alamat Kirim
Hati-hatilah saat menuliskan alamat
email dalam mengirim pesan. Banyak dijumpai di mana alamat-alamat email
mengarah ke sebuah grup/kelompok penerima yang kelihatannya seperti menuju ke
seorang penerima. Juga, banyak orang yang iseng membuat akun email pribadi
dengan nama-nama orang terkenal, seperti nama artis, pejabat, atau pengusaha.
Maka dari itu, pastikan untuk mengenali siapa yang akan Anda tuju dan apakah
alamat kirimnya sudah tepat.
Selalu perhatikan address/alamat “cc“ (copy-carbon)
saat ingin me-reply sebuah pesan yang masuk. Jangan me-reply pesan-pesan copy-carbon jika
pesan tersebut adalah percakapan dua-arah di antara orang lain. Anda tidak
perlu ikut nimbrung jika hanya menerima pesan dengan nama Anda sebagai cc,
kecuali jika memang sangat diperlukan.
Bersabarlah, Jangan Mengejar atau Berburuk Sangka
Saat Anda mengirim pesan email dan
tidak cepat dibalas oleh lawan komunikasi, tetaplah bersabar untuk beberapa
hari. Mungkin ada kendala yang membuat pesan belum dibalas. Mungkin juga reply
sudah dikirim tetapi tidak sampai ke mailbox Anda karena adanya masalah teknis
jaringan atau mailserver di antara kedua poin.
Umumnya, kebanyakan orang yang
menggunakan Internet tidak memiliki waktu untuk menjawab semua pesan dalam satu
waktu. Seringkali mereka menunda jawaban karena kesibukan. Apalagi kalau orang
dimaksud bergabung dengan mailing list atau Internet group sehingga dapat
menerima pesan yang jumlahnya ratusan dalam sehari.
Jika sampai waktu tertentu belum
juga dibalas, Anda dapat mengirim ulang pesan disertai catatan pembuka bahwa
Anda pernah mengirim mail yang sama beberapa hari yang lalu.
Strategi dalam Mengirim Pesan yang Mendesak
Selalu diingat bahwa orang-orang
yang berkomunikasi dengan Anda mungkin jauh dari lokasi Anda, atau bahkan
mungkin di belahan dunia yang lain. Jika Anda mengirim pesan/material via email
yang bersifat urgent atau mendesak, di mana ingin mendapatkan
respon segera, terapkan strategi pengiriman yang tepat.
- Pastikan orang tersebut tidak sedang bepergian, misalnya melancong ke kota/negeri lain.
- Pastikan orang tersebut tidak sedang sibuk dengan pekerjaannya, mengambil cuti, atau hari libur kerja.
- Pastikan orang tersebut tidak sedang di luar jam online.
- Pastikan orang tersebut tidak sedang memiliki masalah dengan perangkat komputer atau koneksi Internetnya.
- Pastikan Anda memberitahu terlebih dahulu bahwa Anda akan mengirim pesan email pada tanggal dan jam tertentu.
- Jika memungkinkan, beri sinyal atau gunakan telepon untuk memberi tahu bahwa Anda sudah mengirim pesan email penting ke mailbox-nya.
- Bangunkan orang tersebut barangkali sedang tidur (jika dia merupakan orang terdekat dengan Anda).
Batasi
Panjang Pesan
Orang-orang biasanya malas membuka
pesan email yang panjang atau berukuran besar, malah mungkin menggerutu. Oleh
karena itu, jangan sekali-kali mengirim pesan-pesan yang panjang. Jika merasa
harus mengirim pesan panjang, pastikan untuk:
- Memeriksa alamat-alamat email yang akan dituju.
- Beritahu melalui Subject email dengan kata-kata seperti: “Pesan Panjang”, atau “Long Message”. Dengan demikian, pembaca dapat memaklumi dan bersedia untuk membacanya.
- Minta maaf pada pesan pembuka bahwa email Anda cukup panjang dan merepotkan.
- Bersahaja dan Jangan Berlebihan dalam Mengungkapkan Emosi
Satu yang harus Anda pahami bahwa
penerima email mungkin memiliki kultur dan pribadi yang berbeda dengan Anda
sendiri. Mereka bisa memiliki banyak perbedaan budaya, kebiasaan, bahasa, cara
humor, dan sebaiknya. Apa yang dianggap “normal” oleh Anda, barangkali dianggap
“aneh” oleh mereka, begitu pun sebaliknya. Jadi, berhati-hatilah dalam berkomunikasi,
terutama dengan mereka yang berbeda ras/kepercayaan/benua. Pertimbangkan
hal-hal berikut ini:
- Gunakan format penulisan waktu yang umum (berlaku Internasional) saat mencatatkan keterangan tanggal/waktu.
- Gunakan idiom-idiom yang umum dan hindari simbol-simbol lokal/daerah.
- Jangan menyindir.
- Bila Anda ingin mengungkapkan rasa bahagia, sedih, marah, dan sebagainya, ungkapkan seperlunya dan jangan berlebihan.
- Gunakan simbol-simbol smiley atau emoticon untuk
lebih mengekspresikan komunikasi Anda, seperti:
, :d, dan
lain-lain. Tetapi, gunakan emoticon yang umum-umum saja
sehingga mudah dipahami oleh penerima.
Jangan Gunakan Bahasa Slang
Dalam berkomunikasi via email, di
mana orang-orang lawan bicara dapat berbeda kultur dan kebiasaan, kita juga hendaknya
menggunakan bahasa baku/formal, bukan bahasa prokematau slang.
Kata “saya” mungkin cukup mudah dimengerti oleh orang Malaysia, tetapi kata
“gue” akan membuat mereka mengernyitkan dahi. Jika lawan bicara adalah orang
yang satu kultur dengan Anda, hal ini tidak masalah. Jangan pula menggunakan
kata-kata singkatan atau akronim yang hanya berlaku secara lokal (di wilayah
Anda sendiri).
Hindari SEMUA KAPITAL
Huruf-huruf kapital memang cukup
membantu memperjelas atau menekankan apa yang ingin kita sampaikan kepada orang
lain. Sayangnya, jika ditulis terus-menerus dan berlebihan, malah bisa sangat
mengganggu. Selain itu, penggunaan huruf kapital juga dihubungkan dengan suara
keras atau teriak-teriak dalam kehidupan nyata. Jadi, hindari penggunaan huruf kapital
secara komplet, kecuali untuk beberapa kata saja.
Hindari Karakter Non-ASCII
Hindari penggunaan karakter-karakter
spesial atau yang bukan ASCII dalam pesan-pesan email atau attachment, kecuali
jika program mailer Anda mampu meng-encode karakter-karakter tersebut. Jika
kita mengirim pesan-pesan yang di-encode, pastikan juga penerima di sana dapat
men-decode pesan-pesan Anda.
ASCII (American Standard Code for
Information Interchange) merupakan standar internasional dalam pengkodean
huruf, seperti Hex dan Unicode yang biasa digunakan untuk komunikasi komputer.
Jangan Me-reply dengan Copy Lengkap Pesan Original
Sebuah pesan email hendaknya singkat
namun bisa menyampaikan tujuan yang dimaksud. Saat Anda me-reply sebuah
pesan, pastikan untuk hanya memasukkan pesan original seperlunya saja. Buang
bagian-bagian yang tidak relevan. Pada pesan-pesan reply yang berkelanjutan,
adalah ide kurang baik jika Anda memasukkan semua pesan secara utuh.
Tulislah Subject yang Menggambarkan Konten Pesan
Menuliskan Subject pesan sangatlah
penting. Berguna agar si penerima dapat dengan mudah menangkap inti dari pesan
Anda. Tulislah Subject pesan dan jangan mengosongkannya sehingga tampil kata “no
subject” di layar Inbox si penerima. Pastikan untuk
memilih subject yang relevan dengan isi pesan.
Reply Pesan Sebisa Mungkin
Beberapa pesan email terkadang tidak
membutuhkan reply atau hanya sebagai informasi satu arah dari si pengirim.
Meskipun begitu, dianjurkan sekali jika Anda me-reply-nya, meski dengan hanya
ucapan terimakasih. Ini dapat meyakinkan kepada pengirim bahwa pesannya sudah
sampai dan sudah Anda baca.
Pesan yang tidak direspon dapat
membuat jera atau malas bagi si pengirim untuk mengirimkan mail-mail berikutnya
kepada Anda di lain waktu. Ini berarti juga bahwa Anda sudah kehilangan kepercayaan
dari orang lain. Atau sebaliknya, Anda sudah menganggap orang lain “tidak
penting”.
Jika pesan tersebut berhubungan
dengan bisnis Anda, order dari pelanggan misalnya, suatu kebodohan jika Anda
mengabaikannya. Oleh karena itu, pastikan Anda merespon setiap pesan yang
masuk. Jika balasannya membutuhkan pertimbangan/pemikiran yang membutuhkan
waktu atau tidak bisa saat itu, beri respon singkat bahwa pesan mereka sudah
Anda terima dan akan ditindaklanjuti.
Jangan Menunda Reply
Menunda-nunda dalam merespon pesan
yang masuk mencerminkan Anda tidak menghargai waktu, juga tidak menghargai
orang lain. Ini karena bisa membuat orang lain terkatung-katung menunggu
jawaban atau kepastian Anda.
Terlambatnya reply juga secara alami
akan membuat pesan menjadi usang, dan si pengirim boleh jadi menganggap reply
Anda sesuatu yang tidak penting lagi.
Jangan Mengirim Email Spam
Spam, layaknya surat berantai,
umumnya dibenci masyarakat Internet. Ini karena sangat mengganggu. Spam atau junk
mail adalah penyalahgunaan email atau layanan Internet lainnya untuk
mengirim berita elektronik ke orang lain yang isinya menampilkan promosi/iklan
produk, berita spesifik, atau keperluan lainnya yang diinginkan seseorang. Spam
tidak pernah diminta dan mengakibatkan ketidaknyamanan bagi si penerima.
Ingat bahwa tidak semua orang
mendapatkan akses Internet dengan mudah. Di antara mereka ada yang membayar
mahal berdasarkan menit. Jika Anda dengan sengaja mengirimkan spam ke banyak
orang, berarti memaksa orang lain untuk membayar koneksi Internet yang tidak
perlu.
Perhitungkan Besar Attachment
Selalu pertimbangkan ukuran email
yang akan dikirim. Terlebih jika Anda menaruh material-material (file-file
office, Postscript, program-program) ke dalam attachment. Attachment yang besar
bukan saja mengganggu orang yang akan kita kirim, melainkan juga berpeluang
ditolak oleh program-program mailer di antara kedua poin.
- Beritahu sebelumnya kepada si penerima bahwa Anda akan mengirim file besar.
- Sebutkan ukuran filenya.
- Scan terlebih dahulu dengan antivirus untuk memastikan bahwa file Anda bebas dari virus.
- Sebelum di-attach, gunakan tool kompresi file (seperti WinRAR atau WinZip) sehingga ukuran file tidak terlalu besar.
- Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk memecah/membagi file ke beberapa file lebih kecil untuk kemudian dikirimkan dalam beberapa kali pengiriman.
- Untuk mengirim file-file yang lebih besar lagi, misalnya di atas 10 MB, sebaiknya gunakan metoda transfer yang lebih reliable, yaitu melalui layanan FTP.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar